Salam Backpacker..
Sepertinya saya sudah lama tidak membuka blog ini. Sampai-sampai saat membukanya banyak debu dan sarang laba-laba berterbangan. Hahahaha (lebay). Seperti teman-teman ketahui kalau liburan akhir semester adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Tentu saja #kamiinginlibur adalah hak yang dituntut mahasiswa ketika libur tanggal merah ditengah jadwal kuliah tidak bisa digunakan karena ada kuliah/praktikum/Quis dadakan. (Jadi curhat memang keras hidup ini. Da hidup mah perih.)
Sampai akirnya setelah melewati masa-masa sulit itu liburan pun tiba. Yeaaahhh. Acara2pun disusun serapi mungkin dengan pengeluaran seminimalis mungkin. Mahasiswa banget. Liburan kali ini Saya (Dwi) mengajak teman-teman saya di Team Agripacker 49 untuk melakukan trip ke dua kami ke Desa Sawarna, Banten. (Flashback) Sekedar informasi Agripacker 49 itu adalah Tim Backpacker yang dibentuk saat perjalanan pertama kami yaitu Explore Dieng yang diresmikan dengan meminum Purwaceng bareng. Hahaha. So, buat kalian yang mau join bareng kami syaratnya harus meminum purwaceng. :o
Oke. Lanjut. Untuk perjalanan ini anggota tam kami yang asalanya berdelapan (gua, adit, fadli, wahyu, siska, rezky, husna dan pipit) berkurang jadi tinggal empat (gua, siska, rezky, husna) ditambah satu anggota baru yaitu Ramadhan atau bisa dipanggil madhan. And so? Jadi kami berlima inilah yang akan mengexplore keindahan sawarna.
Perjalanan kami dimulai saat kami berkumpul didepan BNI tempat biasa anak2 IPB menunggu. Dan kami berangkat tepat jam 5.30 no ngaret. Hahaha. Setelah dua kali ganti angkot Kampus-Laladon dan Laladon-Baranang Siang kampiun sampai di terminal Br.Siang Bogor jam 6.30an (akhirnya Bogor g macet). Dan disana kami langsung melanjutkan perjalanan kami menggunakan bus Bogor-Pelabuhan Ratu. *Info Bus pertama Non-Ac ada sekitar jam 6.30 (yang tentunya ngetem dulu sampai sekitar jam 7 baru berangkat) dan AC ada sekitar jam 08.00. Perjalananpun ditempuh 3 jam sampai di terminal pelabuhan ratu. Dan disinilah awal penderitaan kami mulai dari jalan yang sempit, bus yang ngererem mendadak, jalannya yang berkelok mengocok perut, sampai bus yang hampir keguling karena tidak seimbang. Belum lagi faktor internal seperti perut kosong dan bau asap rokok. Pokoknya lengkap deh kaya nasi goreng sea Food.
Setelah 3 jam kami lalui perjalanan penuh kenangan ini. Kami sampai di terminal pelabuhan ratu jam 10.00. saat pertama kali menginjakan kaki diterminal saya langsung kocar-kacir mencari wc umum karena tiga jam menahan buang air kecil. Hahaha. Sambil bertanya lebih tepatnya diintrogasi oleh orang-orang di terminal kami mendapatkan informasi bahwa untuk menuju sawarna ada dua alternatif.
Pertama, kita naik Elf (anak dari bus kecil dan mobil besar) ke terminal Bayah dengan tarif Rp.25000 kemudian naik ojeg ke desa Sawarna sekitar Rp.25000. Kedua, menunggu Elf yang langsung ke Desa Sawarna yang katanya Cuma ada tiga kali dalam sehari (jam 7, 12, dan 17) dengan tarif Rp.25000. Karena prinsip backpacker kami dipegang teguh selalu kami memilih menunggu sampai jam 12 untuk naik Elf langsung ke sawarna.
Sambil menunggu kami memutuskan untuk pergi makan ke salah satu warteg di sekitar terminal. Kami sempat tercengang setelah mengetahui harganya yang aduhai. Saya makan Nasi+Telur goreng+Sayur+Teh Manis = Rp.15000. mungkin buat kalian ini harga yang biasa tapi buat mahasiswa seperti kami ini sangatlah mahal. Hahaha (ingat prinsip backpacker “Jalan2 semaksimal mungkin dan pengeluaran seminimal mungkin). Karena kalau dikostan dengan 15.000 udah dapat ayam bakar+es teh manis.
Jam 12.00 pun tiba ku pikir Elf akan cepat berangkat tepat waktu. Nggak tanya ngetem Boy sejam pula. Gila lama banget. Setelah penumpang penuh dan mulai menggerutu Elf pun melaju dengan cepat. Setengah jam pertama nampaknya ada dua hal yang membuat kalian nggak akan tidur. Pertama, keindahan pantai selatan seperti pantai pelabuhan ratu dan jajarannya akan memanjakan mata. Tapi buat kalian yang duduk ditengah nasib kalian kurang bagus berarti hahaha kalian akan terombang-ambing tak bisa tidur. Jalanan yang sangat terjal malah membuat perut kami mual. Setelah sekitar 2,5 jam akhirnya kami sampai di satu tempat dimana perjalanan explore sawarna kami akan dimulai.
Tak ada plang besar untuk menunjukkan desa sawarna ini. Hanya ada kumpulan ojeg dan plang kecil bahwa kami telah sampai di sawarna. Untuk masuk ke sawarna kita akan melewati Jembatan Gantung yang luar biasa memacu sport jantung untuk beberapa saat. Tepat 15.30 akhirnya kami sampai di Homestay Kang Hendi. Yang sebelumnya telah kami telepon dan tawar-menawar. Kami mendapat harga yang lumayan murah. Rp. 120.000/orang (plus 3x makan). *info untuk mendapatkan harga yang murah untuk penginapan sebaiknya kalian datang banyakan 5-6 org tapi yang satu jenis kelamin y. Hehehe. Karena disana sewanya perkamar jadi semakin banyak anda semakin murah hitungannya. Kami cukup dikatakan beruntung karena kami menyewa kamar yang memiliki fasilitas ruang bersama. Jadi para gadis2 cantik ini tidur dikamar sedangkan kami para cowok tampan nan rupawan tidur di ruang bersama. Nasib2x.
Homestay Kang Hendi plus CPnya maaf y pake modelnya.
Oke. Lets Go. Setelah salat kampiun melanjutkan perjalanan kami ke Pantai Ciantir dan Pantai Tanjung Layar untuk bermain SunSet. Setelah mendapat informasi plus cerita horor dari kang Hendi tentang ombak yang lagi besar kami pun berangkat.
Ini dia penampakannya. Pasirnya yang putih menambah keindahan pantai ciatir. Dan tak jauh dari pantai Ciatir kita dapat menemukan pantai Tanjung Layar dengan Penampakan batu besar dua nan indah sebagai latarnya serta air kehijau-hijauan ditambah karang menambah eksotik dan kekhasan pantai ini. Paradiso. Kamipun menghabiskan waktu ditemani senja.
Gambar. Menanti Sunset di Tanjung Layar.
Ini dia foto yang tanpa modelnya. Gimana indahkan? Tanjung Layar.
Setelah puas foto-foto yang nggak bisa dimasukin semua karena takutnya kalian jadi ngefans. Akhirnya kami pulang dengan perut keroncongan. Sambil berpikir kira-kira Kang Hendi dan Istri masakin kita apa ya buat makan malam. Jadi dek-degan. Hahaha lebay. Sampai dikamar akhirnya kami mandi dan bersih-bersih. Dan Eng-ing-eng kami disuguhkan Nasi yang pulen banget+ Sayur Sop+ Ikan Bakar (Tampa tulang yang pasti buat teman-teman yang nggak suka Ikan kaya temen kami Husna Fatima E. Menjadi demen sama ikan). Itadakimas. Ouh iya lupa disinilah awal cerita misteri dimulai. (untuk info lebih lanjut hubungi saya). Setelah kami makan kami melanjutkan kegiatan dengan main kartu sambil ngeTeh di gazebo milik kang Hendi. Tak lupa kegiatan malam kami yaitu EVALUASI. Hahaha. Evaluasi ini isinya hitung-hitungan hutang. Wkwkwk. Dari awal perjalanan sampai malam pertama agar tak ada hutang-pihutang dan disinilah dimulai perputaran uang antar anggita yang istilah kerennya Ekonomi Mikro. J
Lanjut ke Jejak Kaki di Sawarna 2








Tidak ada komentar:
Posting Komentar