Friendship

Friendship

Kamis, 17 Juli 2014

Backpacker dan Transportasi umum.

                          Gambar 1. Perjalanan ke Dieng                                Gambar 2. Perjalanan Ke Sawarna

Backpacker dan Transportasi umum.
 Salam backpacker. Hari ini saya ingin berbagi informasi tentang backpacker dan transportasi umum. Sebelumnya teman-teman sudah tau kan backpacker itu apa? Hahaha. Jujur saja sebenarnya saya masih sangat awam dalam ilmu backpackerlogi. Tapi sebenarnya hobi ini sudah tumbuh sejak saya SMP. Waktu itu saya sangat suka sekali yang namanya jalan-jalan tanpa orang tua bersama teman-teman ke tempat yang belum diketahui dan bermodalkan uang yang minimalis. Dan itulah prinsip yang kemudian saya pakai dalam menjalani hobi travelling ku sekarang.
Setiap Backpacker pasti punya cara tersendiri untuk menjalankan misinya. Mulai dari backpacker mewah sampai backpacker akut.
1.       Backpacker Mewah, Dari namanya saja sudah terlihat tipe backpacker ini lebih senang travelling dengan menggunakan jasa Tour dalam setiap berjalannya. Mereka sudah memperhitungkan jumlah pengeluaran yang akan dipakai ditambah pengeluaran-pengeluaran tak terduga. Semua perjalanannya sudah tersusun rapi oleh si pemilik jasa. Prinsip mereka adalah “Duduk Manis, dijemput, pergi sana-sini, dan tau beres.” Dan biasanya backpacker ini mayoritas dari kaum elit dan berpenghasilan sendiri.

2.       Backpacker standar, Tipe backpacker yang satu ini adalah tipe backpacker yang paling banyak ditemui. Merek juga merencanakan uang sebelum perjalanan. Tapi mereka juga mencari informasi agar mendapat fasilitas yang sama dengan harga yang lebih murah. Mereka lebih suka naik transportasi umum. Karena menurut mereka dalam perjalanan adalah pengalaman yang sesungguhnya. “Fasilitas bagus dengan harga yang murah.” Tak jarang mereka sering melakukan tawar-menawar dalam melakukan hobi travellingnya. Dan mayoritas yang termasuk tipe ini dari kalangan mahasiswa. Termasuk saya sendiri J

3.       Backpacker akut, Tipe backpacker yang satu ini adalah tipe backpacker paling ekstrem. Bukan hanya mencari yang murah-murah. Mereka juga sampai rela tinggal, mandi, dan tidur di tempat umum demi mencapai tempat tujuannya. Mereka juga menggunakan trik “Jempol” agar mendapatkan perjalanan gratisan dengan nebeng di truk-truk yang lewat. Meskipun begitu tipe inilah yang menurut saya paling menyenangkan dan kaya akan petualangan. Saya acungkan jempol deh buat sobat yang bertipe backpacker satu ini.

Nah, dari ketiga tipe backpacker ini. Tipe mana yang kalian pilih? Meskipun begitu tipe apapun yang kalian pilih jadilah backpacker yang sopan, menjunjung tinggi dan menghargai adat setempat yah. Jangan sampai kalian malah jadi beban dan menyusahkan warga yah. Berikut juga ada tips dan trik buat kalian yang suka naik angkutan umum.
Yap, angkutan umum itu memang sulit diperhitungkan kadang murah kadang kita juga sering dibohongi oleh pihak setempat karena melihat potensi pendatang kaya kita.
1.       Cari informasi trayek yang akan mengantarkan kalian ketempat tujuan. Banyak informasi itu dari blog-blog seperti ini.
2.   Usahakan jangan bertanya kepada orang-orang di sekitar terminal. Kalau mau lebih baik bertanya pada penjaga wc umum, penjaga rumah makan, atau warga yang sedang kebetulan mau berpergian juga. Sumber mereka lebih valid.
3.       Jangan pasang wajah polos. Tapi pasang wajah sok tau aja yah. Meski ngga tau apa-apa.
4.       Kalau udah dapat informasi dan diminta bilang pada sopirnya. “Pak, saya sudah lama tinggal ditempat ini. Biasanya juga segitu.”
5.       Usahakan memakai bahasa warga setempat jangan perlihatkan kalau kalian pendatang, atau lebih baik pakai bahasa Indonesia.
(Tips Trick ini saya ilhami dari salah satu anggota backpacker bernama Rezky Y. N. S.)

Oke, cukup segitu informasi yang dapat saya berikan semoga bermanfaat.
Semoga perjalananmu menyenangkan.
Salam Backpacker.
Salam Always strong....
Jangan lupa tinggalkan jejak di blog ini yah. 

Senin, 14 Juli 2014

Dieng dan Agripacker

Dieng, 18-21 Januari 2014
Dibawah langit berbintang.
Dengan terpaan badai di awal Tahun.
Kaki-kaki kita mulai siap menapaki negeri di atas awan.
Saat pertama langkahku ini sampai di desa ini.
Aku sudah sangat bersyukur, karena perjalanan ini tidaklah mudah.
20 Januari 2014.
Di pagi buta ini kami siap mendaki.
8 tubuh, 16 kaki, 8 doa kami bawa menuju puncak Dieng.
Langkah kami tak kunjung henti untuk mendaki.
Satu kaki kelelahan semua beristirahat.
Kami mencapai puncak nirwana di negeri kahyangan.
Namun kaki kami masih menginjak tanah Indonesia tercinta.
Kami tidak mendapatkan Sunrise yang diingankan.
Tapi senyuman, kebahagiaan, dan pengalaman ini masih kita syukuri.
Angin menderu-deru membawa suhu 10°c ini mengalir lembut di tubuh kami.
Namun kehangatan mentari masih menanti.
Dan inilah kami, dengan seribu kekurangan kami.
Kami siap berlari mengejar semua mimpi diatas desa tertinggi.
Untuk mensyukuri keindahan Indonesia yang indah ini.
Dan kami siap untuk memulai menjelajahi seluruh negeri.
Salam Agripacker Salam Always Strong.

@fransisksdwijay @husnafe @rezkysushanty @siskadewi @wahyu_Alfarishy @fadlialfarobi @adityadharmawan

Jejak Kaki Di Sawarna 2

 Hari Ke-2.
                Morgen guys. Eh maksudnya selamat subuh kawan. Jam menunjukkan jam 04.00 dengan penuh semangat untuk menyambut Sunrise kami bangun tepat waktu. Ouh iya kami di sini juga merayakan ulang tahun salah satu teman kami Rezky yg ke 20tahun+10hari hahaha telat banget yah. Tapi tak apalah dengan roti sobek merek S****** dan sebuah lilin besar kami merayakannya. Hahaha. Tepat jam 05.00 pagi dengan ditemani Tour Guide kami bernaman (Akang Wahyu) yang ditafsir berumur 20an masih jomblo (mungkin) kami memulai perjalanan kami berburu Sunrise. Akang Wahyu menawakan kami dua opsi (selalu deh dua opsi) Pertama Lewat Pematangan Sawah yang lebih cepat dan Lewat Jalan raya yang lumayan lama. Akhirnya karena kami anti mainstream kami memilih lewat pematang sawah. Perjalanan pun dimulai diiringi nyanyian para kodok dan susasan sawah di subuh hari. Nggak asik kalo lewat sawah nggak ada yang mencicipi sawahnya siapa tau beda rasanya dengan sawah yang di Bogor. Dan orang itu adalah Ramadhan (tumbal) hahaha. Dilanjutkan sendal gunung Rezky yang rusak padahal baru satu menit yang lalu dipuji. Sorry No Picture karena rempong dan terburu-buru. Dan akhirnya kami sampai di Pantai Legon Pari.
                Lagi-lagi karena ombaknya lumayan besak akhirnya kami hanya main ditepian pantai saja. (Ada apa dengan kami? Mengapa selalu tak tepat waktu). Pantai ini cukup indah dengan warna kehijau-hijauan. Bagi para pecinta surfing pasti akan kegatelan buat cepat-cepat ke tengah laut. Pantainya juga bersih dan viewnya sangat bagus.



 
Pantai Lagon Pari
                Berjam-jam kami habiskan dengan bermain pasir dan berenang. Semua tampak menyenangkan hingga satu ide muncul dari salah satu anggota Agripacker.
“Gimana kita kubur seseorang dengan pasir.”
Dan yang lainnya menjawab. “Setuju tapi siapa yang mau dikubur?” sejurus kemudian semua menatapku. “Waaa...” (aku lari sampe Bogor.) Nggak deng. Sebagai ketua yang baik aku akan memberikan pelayanan buat mereka yang penting mereka bahagia. Dengan sebuah gedebong bambu dikepala aku mulai diperlakukan tidak adil. Tapii ternyata enak juga dingin, dan seperti dapat kasur alami. Sampai satu saat penderitaan itu berakhir karena ombak menyelamatkan aku. Mungkin ini pertolongan dari Dewa Poseidon karena anaknya (dibaca Percy J) diperlakukan tidak adil. And than ketika ombak tiba-tiba datang anak-anak yang lain lari menjauh dan air mulai menghancurkan tumpukan pasir hingga aku bebas. Yeaaah.
Selanjutnya kami isi dengan main di pantai. Dan sarapan pagi pun dimulai menu kali ini Nasi Goreng+Telur+Tempe+Kerupuk+dan Timun. Yummy and sexy Food.

Perjalanan menuju Goa Lalay
Didepan pintu masuk Goa Lalay
                Setelah kami puas kami melanjutkan perjalanan kami ke Goa Lalay (please jangan korupsi dengan mengurangi satu “L”). Melewati perkebunan pisang, sawah, dan hutan. Dan disinialh cerita cinta dimulai dimana salah satu dari kami eh maskudku gadis2 ini menjalin komunikasi yang baik atau ciezone (cinta karena di cie3x in) dengan Akang Wahyu. Yap Rezky akhirnya menemukan jodohnya di sini. Rezky dan Kang Wahyu semakin dekat dengan modus. Rezky meminta Kang Wahyu membantu memperbaiki sendalnya yang rusak. Hahaha. Padahal disana kan ada saya dan Ramadhan kenapa nggak minta tolong ke kita. Sampai akhirnya Kang Wahyu menawarkan sendalnya namun Rezky menolak. Sampai akhirnya kedekatan itupun tanpa sadar mulai menjalin hubungan mereka (agak mendramatisir). Sumpah kalo gua sutradara FTV mungkin udah gua garap nih cerita apalagi cerita ini gua tulis sambil ditemani lagu Yovie and Nuno. Kurang apa lagi coba. (Kepada Bapak/ibu Sutradara FTV yang kebutulan membaca boleh email ke saya untuk mendapatkan script ceritanya secara detail).
                And Than kami sampai di Goa Lalay. Yang artinya gua kelelawar. Agak seram sih awalnya saat melihat mulut gua yang kecil dengan air yang mengalir cukup deras selutut mengalir. Hingga akhirnya Kang Wahyu meyakinkan kami (lebih tepatnya ke Rezky) untuk masuk. Kan sayang udah jauh-jauh bayar pula nggak masuk. Dengan penuh semangat dan kesatuan tekad akhirnya kami masuk. Di dalam cukup gelap dan karena nggak ada penerangan kami menggunakan senter handphone. Gilaa keren banget saat sampai di dalam. Baru kali ini saya memasuki gua yang secara alami terbentuk dengan stalaktit dan stalagmit sebagai penghiasnya. Selain itu di dalam gua lumpur2 yang tertimbun membentuk seperti punden dan bahkan ada seperti patung-patung candi Borobudur namun versi kecilnya. Satu kata untuk gua ini PARADISO.

             Setelah puas kami pun pulang eitss. Sebelum lupa tak lengkap kalo udah di pantai nggak minum es kelapa muda. Akhirnya kami kembali ke pantai Ciatir. Disana kami berbelanja dan berenang lagi. 

Dengan mainan baru Bodyboard kami berenang. Kocaknya karena kami sering merasa tak puas aku dan madhan mencoba agak masuk ke tengah laut sampai air setinggi paha sampai akhirnya ombak pertama yang menerjang merusak pertahanan celanaku hingga melorot (untung nggak ada yang lihat) aku tertawa terbahak-bahak. tak selesai dengan ombak pertama ombak kedua kembali datang dengan intensitas yang lebih besar sampai menggulung aku, madhan, dan husna. Madhan selamat karena dia berada diatas bodyboard yang kami sewa. Sedangkan aku dan Husna terhempas ke pinggir pantai.namun ombak itu balik ke laut dan aku sempat tergulung lagi ke dalam. Namun berhasil aku selamat. Kocak parahlah. Ini menjadi kisah lucu karena kami selamat tapi kalo nggak ya mungkin cerita ini tak bisa kubuat.
                Puas dengan semua itu kamipu pulang. Lets go. (tak lupa mandi dulu tentunya.) Kamipun berpamitan dengan Kang Hendi dan Kang *ekhem Wahyu karena mereka telah memberikan fasilitas terbaik. Kamipun pulang diantar beberapa warga sekitar yang menawarkan jasa ojegnya untuk mencapai pertigaan antara Bayah, sawarna, dan pelabuhan ratu. Karena jam segitu sudah tak ada lagi angkutan dari sawarna ke terminal pelabuhan ratu yang ada hanya jam 07.00. Dan lagi-lagi kini Rezky di ojegin Oleh Akang Wahyu dan mereka terlihat semakin dari Rezky. Apalagi waktu perpisahan di pertigaan mata Akang Wahyu tak lepas dari Rezky. Mungkin akang Wahyu akan berkata “Rez, aku akan menunggumu di pertigaan ini sampai kau datang lagi.” Atau mungkin dia akan berkata “Rez, kalau kita jodoh kita pasti ketemu lagi di sini.” Hahaha. Lanjut Kesialan berikutnya karena uang kami Limited yang mengharuskan kami ke ATM malah membuat kami harus kehilangan bus terakhir Pelabuha Ratu-Bogor. Dengan putus asa kami berjalan hingga ada ojeg yang menawarkan kami untuk menyusul bus tersebut ke pemberhentian bus ngetem lagi. Sampai disana kami tak menemukan bus yang kaki dapat. Akhirnya kami terpaksa naik bus ke Sukabumi dan lanjut naik elf lagi Sukabumi-Bogor. But Kesialan adalah bumbu untuk kisah perjalanan yang lebih menarik. Salam Agripacker, salam Backpacker, salam Always Strong.

@ramadhannuriman @rezkysushanty @siskadewif @fransisksdwijay @HusnaFE
Terimakasih telah mampir ke blog ini. (Fransiskus Xaverius Dwi Wijayanto)
Tambahan informasi semoga membantu.
Anggaran Biaya perorang
Angkot Kampus Dalam-Laladon                              Rp.3000
Angkot Laladon-Baranang Siang                              Rp.4000
Bus MGI non-Ac Bogor-Pelabuhan Ratu                 Rp.35000
Makan Siang                                                           Rp.15000
Elf Pelabuhan Ratu-Sawarna                                    Rp.25000
Retribusi masuk Desa Sawarna                                 Rp.5000
Ojeg ke Homestay                                                   Rp.2500
Penginapan+makan 3x                                             Rp.120000
Tour Guide                                                              Rp.10000
Tiket masuk Goa Lalay                                            Rp.5000
Es kelapa muda                                                       Rp.7000
Sewa Bodyboard                                                    Rp.15000
Ojeg Sawarna-Pertigaan antara Bayah-Sawarna      Rp.20000
Elf Sawarna-Pelabuhan Ratu                                   Rp.25000
Ojeg dadakan mengejar bus                                    Rp.2500
Bus Pelabuhan Ratu-Sukabumi                                Rp.15000
Elf Sukabumi-Ciawi                                                 Rp.15000
Angkot Ciawi-Baranang Siang                                 Rp.3000
Angkot Baranang Siang-Laladon                              Rp.4000
Angkot Laladon-Kampus dalam                               Rp.3000
Total                                                                        Rp. 292000
Belum termasuk pengeluaran sendiri seperti jajan, tisu (buat apa y tisu), celana, dll

Kamis, 03 Juli 2014


Salam Backpacker..
Sepertinya saya sudah lama tidak membuka blog ini. Sampai-sampai saat membukanya banyak debu dan sarang laba-laba berterbangan. Hahahaha (lebay). Seperti teman-teman ketahui kalau liburan akhir semester adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Tentu saja #kamiinginlibur adalah hak yang dituntut mahasiswa ketika libur tanggal merah ditengah jadwal kuliah tidak bisa digunakan karena ada kuliah/praktikum/Quis dadakan. (Jadi curhat memang keras hidup ini. Da hidup mah perih.)
Sampai akirnya setelah melewati masa-masa sulit itu liburan pun tiba. Yeaaahhh. Acara2pun disusun serapi mungkin dengan pengeluaran seminimalis mungkin. Mahasiswa banget. Liburan kali ini Saya (Dwi) mengajak teman-teman saya di Team Agripacker 49 untuk melakukan trip ke dua kami ke Desa Sawarna, Banten. (Flashback) Sekedar informasi Agripacker 49 itu adalah Tim Backpacker yang dibentuk saat perjalanan pertama kami yaitu Explore Dieng yang diresmikan dengan meminum Purwaceng bareng. Hahaha. So, buat kalian yang mau join bareng kami syaratnya harus meminum purwaceng. :o
Oke. Lanjut. Untuk perjalanan ini anggota tam kami yang asalanya berdelapan (gua, adit, fadli, wahyu, siska, rezky, husna dan pipit) berkurang jadi tinggal empat (gua, siska, rezky, husna) ditambah satu anggota baru yaitu Ramadhan atau bisa dipanggil madhan. And so? Jadi kami berlima inilah yang akan mengexplore keindahan sawarna.
Perjalanan kami dimulai saat kami berkumpul didepan BNI tempat biasa anak2 IPB menunggu. Dan kami berangkat tepat jam 5.30 no ngaret. Hahaha. Setelah dua kali ganti angkot Kampus-Laladon dan Laladon-Baranang Siang kampiun sampai di terminal Br.Siang Bogor jam 6.30an (akhirnya Bogor g macet). Dan disana kami langsung melanjutkan perjalanan kami menggunakan bus Bogor-Pelabuhan Ratu. *Info Bus pertama Non-Ac ada sekitar jam 6.30 (yang tentunya ngetem dulu sampai sekitar jam 7 baru berangkat) dan AC ada sekitar jam 08.00. Perjalananpun ditempuh 3 jam sampai di terminal pelabuhan ratu. Dan disinilah awal penderitaan kami mulai dari jalan yang sempit, bus yang ngererem mendadak, jalannya yang berkelok mengocok perut, sampai bus yang hampir keguling karena tidak seimbang. Belum lagi faktor internal seperti perut kosong dan bau asap rokok. Pokoknya lengkap deh kaya nasi goreng sea Food.
                Setelah 3 jam kami lalui perjalanan penuh kenangan ini. Kami sampai di terminal pelabuhan ratu jam 10.00. saat pertama kali menginjakan kaki diterminal saya langsung kocar-kacir mencari wc umum karena tiga jam menahan buang air kecil. Hahaha. Sambil bertanya lebih tepatnya diintrogasi oleh orang-orang di terminal kami mendapatkan informasi bahwa untuk menuju sawarna ada dua alternatif.
Pertama, kita naik Elf (anak dari bus kecil dan mobil besar) ke terminal Bayah dengan tarif Rp.25000 kemudian naik ojeg ke desa Sawarna sekitar Rp.25000. Kedua, menunggu Elf yang langsung ke Desa Sawarna yang katanya Cuma ada tiga kali dalam sehari (jam 7, 12, dan 17) dengan tarif Rp.25000. Karena prinsip backpacker kami dipegang teguh selalu kami memilih menunggu sampai jam 12 untuk naik Elf langsung ke sawarna.
                Sambil menunggu kami memutuskan untuk pergi makan ke salah satu warteg di sekitar terminal. Kami sempat tercengang setelah mengetahui harganya yang aduhai. Saya makan Nasi+Telur goreng+Sayur+Teh Manis = Rp.15000. mungkin buat kalian ini harga yang biasa tapi buat mahasiswa seperti kami ini sangatlah mahal. Hahaha (ingat prinsip backpacker “Jalan2 semaksimal mungkin dan pengeluaran seminimal mungkin). Karena kalau dikostan dengan 15.000 udah dapat ayam bakar+es teh manis.
                Jam 12.00 pun tiba ku pikir Elf akan cepat berangkat tepat waktu. Nggak tanya ngetem Boy sejam pula. Gila lama banget. Setelah penumpang penuh dan mulai menggerutu Elf pun melaju dengan cepat. Setengah jam pertama nampaknya ada dua hal yang membuat kalian nggak akan tidur. Pertama, keindahan pantai selatan seperti pantai pelabuhan ratu dan jajarannya akan memanjakan mata. Tapi buat kalian yang duduk ditengah nasib kalian kurang bagus berarti hahaha kalian akan terombang-ambing tak bisa tidur. Jalanan yang sangat terjal malah membuat perut kami mual. Setelah sekitar 2,5 jam akhirnya kami sampai di satu tempat dimana perjalanan explore sawarna kami akan dimulai.
                Tak ada plang besar untuk menunjukkan desa sawarna ini. Hanya ada kumpulan ojeg dan plang kecil bahwa kami telah sampai di sawarna. Untuk masuk ke sawarna kita akan melewati Jembatan Gantung yang luar biasa memacu sport jantung untuk beberapa saat. Tepat 15.30 akhirnya kami sampai di Homestay Kang Hendi. Yang sebelumnya telah kami telepon dan tawar-menawar. Kami mendapat harga yang lumayan murah. Rp. 120.000/orang (plus 3x makan). *info untuk mendapatkan harga yang murah untuk penginapan sebaiknya kalian datang banyakan 5-6 org tapi yang satu jenis kelamin y. Hehehe. Karena disana sewanya perkamar jadi semakin banyak anda semakin murah hitungannya. Kami cukup dikatakan beruntung karena kami menyewa kamar yang memiliki fasilitas ruang bersama. Jadi para gadis2 cantik ini tidur dikamar sedangkan kami para cowok tampan nan rupawan tidur di ruang bersama. Nasib2x.
Homestay Kang Hendi plus CPnya maaf y pake modelnya.

Oke. Lets Go. Setelah salat kampiun melanjutkan perjalanan kami ke Pantai Ciantir dan Pantai Tanjung Layar untuk bermain SunSet. Setelah mendapat informasi plus cerita horor dari kang Hendi tentang ombak yang lagi besar kami pun berangkat.
Ini dia penampakannya. Pasirnya yang putih menambah keindahan pantai ciatir. Dan tak jauh dari pantai Ciatir kita dapat menemukan pantai Tanjung Layar dengan Penampakan batu besar dua nan indah sebagai latarnya serta air kehijau-hijauan ditambah karang menambah eksotik dan kekhasan pantai ini. Paradiso. Kamipun menghabiskan waktu ditemani senja.
                    Ombak Tanjung Layar yang bikin kami mengurungkan niat untuk berenang.  
                                                Gambar. Menanti Sunset di Tanjung Layar.
 
 Action in Tanjung Layar Beach Gambar (@rezkysushanty, @ramadhannuriman, @FransisksDwijay)

Ini dia foto yang tanpa modelnya. Gimana indahkan? Tanjung Layar.
                Setelah puas foto-foto yang nggak bisa dimasukin semua karena takutnya kalian jadi ngefans. Akhirnya kami pulang dengan perut keroncongan. Sambil berpikir kira-kira Kang Hendi dan Istri masakin kita apa ya buat makan malam. Jadi dek-degan. Hahaha lebay. Sampai dikamar akhirnya kami mandi dan bersih-bersih. Dan Eng-ing-eng kami disuguhkan Nasi yang pulen banget+ Sayur Sop+ Ikan Bakar (Tampa tulang yang pasti buat teman-teman yang nggak suka Ikan kaya temen kami Husna Fatima E. Menjadi demen sama ikan). Itadakimas. Ouh iya lupa disinilah awal cerita misteri dimulai. (untuk info lebih lanjut hubungi saya). Setelah kami makan kami melanjutkan kegiatan dengan main kartu sambil ngeTeh di gazebo milik kang Hendi. Tak lupa kegiatan malam kami yaitu EVALUASI. Hahaha. Evaluasi ini isinya hitung-hitungan hutang. Wkwkwk. Dari awal perjalanan sampai malam pertama agar tak ada hutang-pihutang dan disinilah dimulai perputaran uang antar anggita yang istilah kerennya Ekonomi Mikro. J

Lanjut ke Jejak Kaki di Sawarna 2