Gambar 1. Perjalanan ke Dieng Gambar 2. Perjalanan Ke Sawarna
Backpacker dan
Transportasi umum.
Salam backpacker. Hari ini saya
ingin berbagi informasi tentang backpacker dan transportasi umum. Sebelumnya
teman-teman sudah tau kan backpacker itu apa? Hahaha. Jujur saja sebenarnya
saya masih sangat awam dalam ilmu backpackerlogi. Tapi sebenarnya hobi ini
sudah tumbuh sejak saya SMP. Waktu itu saya sangat suka sekali yang namanya
jalan-jalan tanpa orang tua bersama teman-teman ke tempat yang belum diketahui
dan bermodalkan uang yang minimalis. Dan itulah prinsip yang kemudian saya
pakai dalam menjalani hobi travelling ku sekarang.
Setiap
Backpacker pasti punya cara tersendiri untuk menjalankan misinya. Mulai dari
backpacker mewah sampai backpacker akut.
1.
Backpacker Mewah, Dari namanya saja sudah
terlihat tipe backpacker ini lebih senang travelling dengan menggunakan jasa
Tour dalam setiap berjalannya. Mereka sudah memperhitungkan jumlah pengeluaran
yang akan dipakai ditambah pengeluaran-pengeluaran tak terduga. Semua
perjalanannya sudah tersusun rapi oleh si pemilik jasa. Prinsip mereka adalah
“Duduk Manis, dijemput, pergi sana-sini, dan tau beres.” Dan biasanya
backpacker ini mayoritas dari kaum elit dan berpenghasilan sendiri.
2.
Backpacker standar, Tipe backpacker yang satu
ini adalah tipe backpacker yang paling banyak ditemui. Merek juga merencanakan
uang sebelum perjalanan. Tapi mereka juga mencari informasi agar mendapat
fasilitas yang sama dengan harga yang lebih murah. Mereka lebih suka naik
transportasi umum. Karena menurut mereka dalam perjalanan adalah pengalaman
yang sesungguhnya. “Fasilitas bagus dengan harga yang murah.” Tak jarang mereka
sering melakukan tawar-menawar dalam melakukan hobi travellingnya. Dan
mayoritas yang termasuk tipe ini dari kalangan mahasiswa. Termasuk saya sendiri
J
3.
Backpacker akut, Tipe backpacker yang satu ini
adalah tipe backpacker paling ekstrem. Bukan hanya mencari yang murah-murah.
Mereka juga sampai rela tinggal, mandi, dan tidur di tempat umum demi mencapai
tempat tujuannya. Mereka juga menggunakan trik “Jempol” agar mendapatkan
perjalanan gratisan dengan nebeng di truk-truk yang lewat. Meskipun begitu tipe
inilah yang menurut saya paling menyenangkan dan kaya akan petualangan. Saya
acungkan jempol deh buat sobat yang bertipe backpacker satu ini.
Nah, dari
ketiga tipe backpacker ini. Tipe mana yang kalian pilih? Meskipun begitu tipe
apapun yang kalian pilih jadilah backpacker yang sopan, menjunjung tinggi dan
menghargai adat setempat yah. Jangan sampai kalian malah jadi beban dan
menyusahkan warga yah. Berikut juga ada tips dan trik buat kalian yang suka
naik angkutan umum.
Yap, angkutan
umum itu memang sulit diperhitungkan kadang murah kadang kita juga sering
dibohongi oleh pihak setempat karena melihat potensi pendatang kaya kita.
1.
Cari informasi trayek yang akan mengantarkan
kalian ketempat tujuan. Banyak informasi itu dari blog-blog seperti ini.
2. Usahakan jangan bertanya kepada orang-orang di
sekitar terminal. Kalau mau lebih baik bertanya pada penjaga wc umum, penjaga
rumah makan, atau warga yang sedang kebetulan mau berpergian juga. Sumber
mereka lebih valid.
3.
Jangan pasang wajah polos. Tapi pasang wajah sok
tau aja yah. Meski ngga tau apa-apa.
4.
Kalau udah dapat informasi dan diminta bilang
pada sopirnya. “Pak, saya sudah lama tinggal ditempat ini. Biasanya juga
segitu.”
5.
Usahakan memakai bahasa warga setempat jangan
perlihatkan kalau kalian pendatang, atau lebih baik pakai bahasa Indonesia.
(Tips Trick ini saya ilhami dari salah satu anggota
backpacker bernama Rezky Y. N. S.)
Oke, cukup segitu informasi yang dapat saya berikan
semoga bermanfaat.
Semoga perjalananmu menyenangkan.
Salam Backpacker.
Salam Always strong....
Jangan lupa tinggalkan jejak di blog ini yah.























