Morgen guys. Eh maksudnya selamat subuh kawan. Jam menunjukkan jam 04.00 dengan penuh semangat untuk menyambut Sunrise kami bangun tepat waktu. Ouh iya kami di sini juga merayakan ulang tahun salah satu teman kami Rezky yg ke 20tahun+10hari hahaha telat banget yah. Tapi tak apalah dengan roti sobek merek S****** dan sebuah lilin besar kami merayakannya. Hahaha. Tepat jam 05.00 pagi dengan ditemani Tour Guide kami bernaman (Akang Wahyu) yang ditafsir berumur 20an masih jomblo (mungkin) kami memulai perjalanan kami berburu Sunrise. Akang Wahyu menawakan kami dua opsi (selalu deh dua opsi) Pertama Lewat Pematangan Sawah yang lebih cepat dan Lewat Jalan raya yang lumayan lama. Akhirnya karena kami anti mainstream kami memilih lewat pematang sawah. Perjalanan pun dimulai diiringi nyanyian para kodok dan susasan sawah di subuh hari. Nggak asik kalo lewat sawah nggak ada yang mencicipi sawahnya siapa tau beda rasanya dengan sawah yang di Bogor. Dan orang itu adalah Ramadhan (tumbal) hahaha. Dilanjutkan sendal gunung Rezky yang rusak padahal baru satu menit yang lalu dipuji. Sorry No Picture karena rempong dan terburu-buru. Dan akhirnya kami sampai di Pantai Legon Pari.
Lagi-lagi karena ombaknya lumayan besak akhirnya kami hanya main ditepian pantai saja. (Ada apa dengan kami? Mengapa selalu tak tepat waktu). Pantai ini cukup indah dengan warna kehijau-hijauan. Bagi para pecinta surfing pasti akan kegatelan buat cepat-cepat ke tengah laut. Pantainya juga bersih dan viewnya sangat bagus.
Pantai Lagon Pari
Berjam-jam
kami habiskan dengan bermain pasir dan berenang. Semua tampak menyenangkan
hingga satu ide muncul dari salah satu anggota Agripacker.
“Gimana kita kubur seseorang dengan pasir.”
Dan yang lainnya menjawab. “Setuju tapi siapa yang mau
dikubur?” sejurus kemudian semua menatapku. “Waaa...” (aku lari sampe Bogor.)
Nggak deng. Sebagai ketua yang baik aku akan memberikan pelayanan buat mereka
yang penting mereka bahagia. Dengan sebuah gedebong bambu dikepala aku mulai
diperlakukan tidak adil. Tapii ternyata enak juga dingin, dan seperti dapat
kasur alami. Sampai satu saat penderitaan itu berakhir karena ombak
menyelamatkan aku. Mungkin ini pertolongan dari Dewa Poseidon karena anaknya
(dibaca Percy J) diperlakukan tidak adil. And than ketika ombak tiba-tiba
datang anak-anak yang lain lari menjauh dan air mulai menghancurkan tumpukan
pasir hingga aku bebas. Yeaaah.
Selanjutnya kami isi dengan main di pantai. Dan sarapan pagi
pun dimulai menu kali ini Nasi Goreng+Telur+Tempe+Kerupuk+dan Timun. Yummy and
sexy Food.
Perjalanan menuju Goa Lalay
Didepan pintu masuk Goa Lalay
Setelah
kami puas kami melanjutkan perjalanan kami ke Goa Lalay (please jangan korupsi
dengan mengurangi satu “L”). Melewati perkebunan pisang, sawah, dan hutan. Dan
disinialh cerita cinta dimulai dimana salah satu dari kami eh maskudku gadis2
ini menjalin komunikasi yang baik atau ciezone (cinta karena di cie3x in) dengan
Akang Wahyu. Yap Rezky akhirnya menemukan jodohnya di sini. Rezky dan Kang
Wahyu semakin dekat dengan modus. Rezky meminta Kang Wahyu membantu memperbaiki
sendalnya yang rusak. Hahaha. Padahal disana kan ada saya dan Ramadhan kenapa
nggak minta tolong ke kita. Sampai akhirnya Kang Wahyu menawarkan sendalnya
namun Rezky menolak. Sampai akhirnya kedekatan itupun tanpa sadar mulai
menjalin hubungan mereka (agak mendramatisir). Sumpah kalo gua sutradara FTV
mungkin udah gua garap nih cerita apalagi cerita ini gua tulis sambil ditemani
lagu Yovie and Nuno. Kurang apa lagi coba. (Kepada Bapak/ibu Sutradara FTV yang
kebutulan membaca boleh email ke saya untuk mendapatkan script ceritanya secara
detail).
And
Than kami sampai di Goa Lalay. Yang artinya gua kelelawar. Agak seram sih
awalnya saat melihat mulut gua yang kecil dengan air yang mengalir cukup deras
selutut mengalir. Hingga akhirnya Kang Wahyu meyakinkan kami (lebih tepatnya ke
Rezky) untuk masuk. Kan sayang udah jauh-jauh bayar pula nggak masuk. Dengan
penuh semangat dan kesatuan tekad akhirnya kami masuk. Di dalam cukup gelap dan
karena nggak ada penerangan kami menggunakan senter handphone. Gilaa keren
banget saat sampai di dalam. Baru kali ini saya memasuki gua yang secara alami
terbentuk dengan stalaktit dan stalagmit sebagai penghiasnya. Selain itu di
dalam gua lumpur2 yang tertimbun membentuk seperti punden dan bahkan ada
seperti patung-patung candi Borobudur namun versi kecilnya. Satu kata untuk gua
ini PARADISO.
Setelah
puas kami pun pulang eitss. Sebelum lupa tak lengkap kalo udah di pantai nggak
minum es kelapa muda. Akhirnya kami kembali ke pantai Ciatir. Disana kami
berbelanja dan berenang lagi.
Dengan mainan baru Bodyboard kami berenang.
Kocaknya karena kami sering merasa tak puas aku dan madhan mencoba agak masuk
ke tengah laut sampai air setinggi paha sampai akhirnya ombak pertama yang
menerjang merusak pertahanan celanaku hingga melorot (untung nggak ada yang
lihat) aku tertawa terbahak-bahak. tak selesai dengan ombak pertama ombak kedua
kembali datang dengan intensitas yang lebih besar sampai menggulung aku,
madhan, dan husna. Madhan selamat karena dia berada diatas bodyboard yang kami
sewa. Sedangkan aku dan Husna terhempas ke pinggir pantai.namun ombak itu balik
ke laut dan aku sempat tergulung lagi ke dalam. Namun berhasil aku selamat.
Kocak parahlah. Ini menjadi kisah lucu karena kami selamat tapi kalo nggak ya
mungkin cerita ini tak bisa kubuat.
Puas
dengan semua itu kamipu pulang. Lets go. (tak lupa mandi dulu tentunya.)
Kamipun berpamitan dengan Kang Hendi dan Kang *ekhem Wahyu karena mereka telah
memberikan fasilitas terbaik. Kamipun pulang diantar beberapa warga sekitar
yang menawarkan jasa ojegnya untuk mencapai pertigaan antara Bayah, sawarna,
dan pelabuhan ratu. Karena jam segitu sudah tak ada lagi angkutan dari sawarna
ke terminal pelabuhan ratu yang ada hanya jam 07.00. Dan lagi-lagi kini Rezky
di ojegin Oleh Akang Wahyu dan mereka terlihat semakin dari Rezky. Apalagi
waktu perpisahan di pertigaan mata Akang Wahyu tak lepas dari Rezky. Mungkin
akang Wahyu akan berkata “Rez, aku akan menunggumu di pertigaan ini sampai kau
datang lagi.” Atau mungkin dia akan berkata “Rez, kalau kita jodoh kita pasti
ketemu lagi di sini.” Hahaha. Lanjut Kesialan berikutnya karena uang kami
Limited yang mengharuskan kami ke ATM malah membuat kami harus kehilangan bus
terakhir Pelabuha Ratu-Bogor. Dengan putus asa kami berjalan hingga ada ojeg
yang menawarkan kami untuk menyusul bus tersebut ke pemberhentian bus ngetem
lagi. Sampai disana kami tak menemukan bus yang kaki dapat. Akhirnya kami
terpaksa naik bus ke Sukabumi dan lanjut naik elf lagi Sukabumi-Bogor. But
Kesialan adalah bumbu untuk kisah perjalanan yang lebih menarik. Salam Agripacker,
salam Backpacker, salam Always Strong.
@ramadhannuriman @rezkysushanty @siskadewif @fransisksdwijay @HusnaFE
Terimakasih telah mampir ke blog ini. (Fransiskus Xaverius
Dwi Wijayanto)
Tambahan informasi semoga membantu.
Anggaran Biaya perorang
Angkot Kampus Dalam-Laladon Rp.3000
Angkot Laladon-Baranang Siang Rp.4000
Bus MGI non-Ac Bogor-Pelabuhan Ratu Rp.35000
Makan Siang Rp.15000
Elf Pelabuhan Ratu-Sawarna Rp.25000
Retribusi masuk Desa Sawarna Rp.5000
Ojeg ke Homestay Rp.2500
Penginapan+makan 3x Rp.120000
Tour Guide Rp.10000
Tiket masuk Goa Lalay Rp.5000
Es kelapa muda Rp.7000
Sewa Bodyboard Rp.15000
Ojeg Sawarna-Pertigaan antara Bayah-Sawarna Rp.20000
Elf Sawarna-Pelabuhan Ratu Rp.25000
Ojeg dadakan mengejar bus Rp.2500
Bus Pelabuhan Ratu-Sukabumi Rp.15000
Elf Sukabumi-Ciawi Rp.15000
Angkot Ciawi-Baranang Siang Rp.3000
Angkot Baranang Siang-Laladon Rp.4000
Angkot Laladon-Kampus dalam Rp.3000
Total Rp.
292000
Belum termasuk pengeluaran sendiri seperti jajan, tisu
(buat apa y tisu), celana, dll












Tidak ada komentar:
Posting Komentar