Friendship

Friendship

Senin, 03 Oktober 2011

Cerita Pendekku

Pilihan Yang Sulit
"Faza" teriak seorang cewek mendekatiku. aku hanya menoleh kearahnya dan berlalu tanpa kata.
"Faza" teriaknya sekali lagi dan kini ia sudah ada disampingku. namanya Manda. Ia adalah mantan pacarku yang baru-baru ini memtuskan hubungan dengan ku. aku mencintainya namunj sayang dia tak mencintaiku. Dia hanya menganggapku senagai teman biasa. Entah mengapa rasa sakit ini membunuhku saat aku mengingatnya. Dan yang anehnya lagi saat dia ada disisiku. Aku menjadi lupa dengan rasa sakit ini, yang timbul hanya rasa sayang dan cinta. Sama seperti aku pertama mencintainya.
"Faza, sekarang aku mau ngomong sebentar sama kamu."
katanya lalu menarik tanganku untuk duduk di koridor sekolah, aku hanya terdiam.
"Sekarang, aku ingin tau kenapa kamu seperti ini?" dan aku hanya terdiam.
"Faza, please" kata-kata itu yang membuat aku membuka mulut.
"Tak ada yang harus dijelaskan lagi, man. Sudahlah aku hanya tak ingin mengingat semuanya." kataku lalu berdiri hendak pergi. tapi genggaman tangan Manda membuat langkahku berhenti.
"Tunggu semuanya belum jelas. Kita harus selesaikannya hari ini"
Akupun hanya terdiam untuk kesekian kalinya.
"Kenapa kamu cuekkan aku seperti ini? Apakah karena keputusanku sebelah pihak untuk putus? Apa karena kau merasa sakit hati? Faza kau harus tau. Aku melakukan ini karena aku tak ingin menyakitimu terlalu lama dengan terus membohongi perasaanku yang sebenarnya. Mungkin awalnya terasa menyenangkan. Tapi suatu saat nanti itu akan lebih menyakiotkan lagi. Kau mengertikan." Kata Manda.
Kata-katanya benar seolah pisau yang tiba-tiba menusukku.
"Ia, aku tau dan aku mengerti. Maaf kalau aku egois. TApi kita takkan bisa seperti dulu lagi." Kataku sambil melepas tangan Manda.
"Kenapa?"
"Kau ingin tau kenapa?"
dia mengangguk. Aku memegang bahunya.
"Karena sebenarnya aku masih sayang dan cinta padamu. Semakin kau ada didekatku. Semakin rasa ini tak bisa kulepas. Aku tak ingin hidup dalam harapan kosongmu. Karena aku tau itu akan sia-sia. Makanya aku menjauhimu. Agar aku bisa melupakanmu. dan Aku bisa menjalani hidupku sendiri dengan lebih baik" kataku.
terlihat dia hanya terdiam. Rasa terkejut terpancar diwajahnya. Aku hanya bisa menatapnya. Dan memberikannya senyuman. Lalu aku pergi tanpa sepatah katapun. Aku benar-benar menyesal berlaku egois tapi semua ini demi kebaikanku juga.
(Saat kita menjalani Cinta itu sangat indahdan menyenangkan. Tapi bagaimana jika pasanganmu menerimamu karena kasihan bukan karena cinta. Maka apa yang harus kita lakukan pergi atau tetap bertahan karena itulah pilihan yang sulit.)



sekian.

tolong minta sarannya yah. mohon maaf bila ada kesamaan nama.

3 komentar: